perkembangan embriogenesis manusia
Makalah
Kelompok
PERKEMBANGAN EMBRIOGENESIS
PADA MANUSIA
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kuliah
Aplikasi Komputer
Oleh Dosen :
Disusun Oleh
Kelompok 3 :
1.
Adha Apriana Siagian (031063074)
2.
Ismi Fahrunnisah Rambe (0310161016)
3.
Nancy Meigi Vera(0310162052)
4.
Siti Rohana (0310161007)

Pendidikan Biologi I
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Sumatera
Utara
Tahun Akademik 2016 / 2017
KATA
PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah
yang telah memberikan segala petunjuk, kekuatan, rahmat dan hidayah-Nya kepada kami,
sehingga kami bisa
menyelesaikan makalah kami yang berjudul “PERKEMBANGAN EMBRIOGENESIS PADA
MANUSIA” ini dengan tepat waktu. Shalawat dan salam semoga selalu terlimpahkan kepada Nabi Muhammad saw.
Dalam pembuatan riset mini ini kami mengucapakan terima
kasaih kepada:
1.
Nanda Novita, M.Kom
2. Orang Tua
3.
Rekan-rekan di Pendidikan Biologi 1
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan dan pembuatan makalah kami
ini masih terdapat kekurangan, baik dalam penulisan maupun penyajian materi. Untuk itu kritik dan saran yang
membangun dari semua pihak kami harapkan demi kesempurnaan dalam penyusunan dan
penulisan makalah ini kedepannya. Semoga
apa yang kami bahas di makalah bermanfaat untuk pembaca.
Medan,
23 Maret 2017
Penulis
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR......................................................................................................i
DAFTAR ISI...................................................................................................................ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang........................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah...................................................................................................... 2
C. Tujuan Penulisan........................................................................................................ 2
D. Manfaat Penulisan...................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Perkembangan.......................................................................................... 3
B. Tahap Perkembangan Prenatal atau
Masa Konsepsi.................................................. 3
C. Faktor yang Mempengaruhi Tahap
Perkembangan Prenatal atau Masa Konsepsi..... 6
D. Pertumbuhan dan Perkembangan Hasil
Konsepsi....................................................8
BAB IV
A. Kesimpulan................................................................................................................. 18
B. Saran ........................................................................................................................... 18
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................... 19
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Manusia diciptakan berbeda-beda. Banyak hal yang
dapat membedakan antara manusia satu dengan manusia lainnya. Namun, manusia
melewati fase yang sama ketika mereka lahir. Di antara fase tersebut, manusia
melewati fase masa konsepsi dan masa bayi.
Masa konsepsi ialah, suatu
peristiwa penyatuan antara sel mani dengan sel telur didalam tuba falopi.
Sedangkan masa bayi adalah dasar periode kehidupan yang sesungguhnya karena
pada saat ini banyak pola perilaku, sikap, dan pola ekspresi emosi terbentuk.
Dalam kehidupan anak ada dua proses yang
beroperasi secara kontinu, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Banyak orang
yang menggunakan istilah “pertumbuhan” dan “perkembangan” secara bergantian.
Kedua proses ini berlangsung secara interdependensi, artinya saling bergantung
satu sama lain.
Kedua proses ini tidak
bisa dipisahkan dalam bentuk-bentuk yang secara pilah berdiri sendiri-sendiri;
akan tetapi bisa dibedakan untuk maksud lebih memperjelas
penggunaannya. Dalam hal ini kedua proses tersebut memiliki
tahapan-tahapan diantaranya tahap secara moral dan spiritual. Karena
pertumbuhan dan perkembangan peserta didik dilihat dari tahapan tersebut
memiliki kesinambungan yang begitu erat dan penting untuk dibahas maka kita
meguraikannya dalam bentuk struktur yang jelas baik dari segi teori sampai
kaitannya dengan pengaruh yang ditimbulkan.
Pada
hampir semua makhluk hidup suatu generasi baru dimulai dari suatu telur yang
telah difertilisasi (dibuahi) atau zigot yaitu suatu sel yang dibentuk sebagai
hasil bersatunya sel telur induk betina dengan spermatozoa dari yang jantan.
Perkembangan merupakan suatu totalitas proses dimana sifat ini akan dicapai dan
perubahan-perubahannya menjelang dan sepanjang fase dewasa, tua dan akhirnya
mati. Struktur utama yang dicpai oleh organisme ini adalah yang berhubungan
dengan ukuran, bentuk dan konstruksi sel-sel, jaringan-jaringan, dan
organ-organnya secara keseluruhan membangun bentuk dari organisme yang
bersangkutan. Di sini, kita akan membahas perkembangan janin dari fertilisasi
sampai bayi siap untuk dilahirkan.
B. Rumusan Masalah
- Apa yang yang dimaksud dengan perkembangan?
- Apa yang dimaksud dengan tahap perkembangan prenatal atau masa konsepsi?
- Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tahap perkembangan prenatal atau masa konsepsi?
- Bagaimana proses berlangsungnya masa konsepsi berjalan dengan baik sampai masa bayi?
C.
Tujuan
1.
Untuk mengetahui pengertian perkembangan.
2.
Untuk mengetahui maksud dari tahap perkembangan prenatal atau masa
konsepsi.
3.
Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tahap
perkembangan prenatal atau masa konsepsi.
4. Untuk mengetahui proses berlangsungnya masa
konsepsi berjalan dengan baik sampai masa bayi.
D.
Manfaat
Manfaat bagi mahasisw, yaitu:
Agar mahasiswa mampu
mengetahui bagaimana proses terbentuknya embrio maupun janin, serta sebagai
bahan penambah wawasan dan untuk diaplikasikan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Perkembangan
Perkembangan (development), adalah perubahan
secara berangsur-angsur dan bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh, meningkat
dan meluasnya kapasitas seseorang melalui pertumbuhan, kematangan, atau
kedewasaan, dan pembelajaran. [1]
Secara umum konsep perkembangan
dikemukakan oleh Werner (1957) bahwa perkembangan berjalan dengan prinsip
orthogenetis, yaitu perkembangan berlangsung dari keadaan global dan kurang
berdiferensiasi sampai ke keadaan di mana diferensiasi, artikulasi, dan
integrasi meningkat secara bertahap. Proses diferensiasi diartikan sebagai
prinsip totalitas pada diri anak. Dari penghayatan totalitas itu lambant laun
bagian- bagiannya akan menjadi semakin nyata dan tambah jelas dalam rangka
keseluruhan.
B. Tahap Perkembangan Prenatal atau Konsepsi
Masa prenatal
dimulai pada saat terjadinya proses konsepsi, yakni pertemuan antara sperma dan
ovum hingga berakhir pada saat bayi dilahirkan. Masa ini berlangsung antara 180
sampai 344 hari lamanya. Setelah masa ini, seorang ibu akan melahirkan bayinya.
Namun, ada kalanya usia kelahiran dapat terjadi secara mendadak dan terjadi
sebelum usia enam bulan. Karena kondisi fisik janin yang belum genap berusia
tujuh bulan sangat lemah, belum mampu bernafas secara mandiri, dan metabolisme
tubuh belum berfungsi sempurna, akibatnya janin tersebut cenderung meninggal
dunia karena belum mampu menyesuaikan dengan lingkungan di luar rahim ibunya.[2]
a.
Tahap Perkembangan Masa Prenatal
Para ahli membagi
pertumbuhan dan perkembangan masa prenatal menjadi tiga tahap, yaitu:
1. Tahap Germinal
Tahap germinal (praembrionik) merupakan awal dari kehidupan
manusia. Proses ini dimulai ketika sperma melakukan penetrasi terhadap sel
telur dalam proses pembuahan yang normalnya terjadi akibat hubungan seksual
antara laki-laki dan perempuan.
Pada tahap ini zygote terbentuk,
kemudian bergerak ke bawah tubafalopi menuju rahim. Zygote ini
merupakan sel tunggal yang kemudian akan mengalami perkembangbiakan menjadi dua
sel identik. Sel-sel tersebut terus berkembang menjadi jutaan sel. Proses
perkembangan zygote di dalam rahim ini disebut blastosyst.
Bagian luar blastosystakan menjadi plasenta, sedangkan bagian dalam
akan menjadi embrio.
Pada minggu kedua, placenta mulai terbentuk. Bagian dalam sel
memadat dan berkembang menjadi tiga lapisan yang disebut piringan embrionik (embryonic
disc), yaitu: (a) ectoderm, lapisan paling luar yang akan berkembang
menjadi kulit janin, (b) endoderm, lapisan paling dalam yang bakal menjadi
organ-organ internal, seperti sistem pernafasan, sistem pencernaan, pancreas
atau organ internal lainnya, (c) mesoderm, lapisantengah yang berfungsi untuk
memisahkan antara kulit dalam, otot-otot, tulang, sistem sirkulasi udara maupun
pengeluaran lain (anus).
Zigote yang sudah menjadi calon makhluk hidup mulai menempel
pada dinding rahim. Proses menempel atau melekatnya zigot pada dinding rahim
setelah masa konsepsi dinamakan implantasi.[3]
2.
Tahap Embrio
Tahap embrio dimulai ketika zigot telah tertanam dengan baik
pada dinding rahim. Dalam tahap ini, system dan organ dasar bayi mulai
terbentuk dari susunan sel. Masa ini dianggap sebagai masa yang kritis karena
bentuk fisik yang saat itu berkembang pesat dapat terganggu oleh kondisi yang
kurang baik. Bila organisme memperoleh perawatan intensif, maka ia akan
berkembang menjadi individu yang normal, sehat fisik maupun psikis. Sebaliknya
bila kurang memperoleh perhatian dengan baik, organism akan berkembang menjadi
individu yang abnormal, baik fisik ataupun psikis.
Diantara placenta dan bayi terdapat tiga pembuluh darah mirip
tali panjang yang disebut tali pusar. Salah satu pembuluh ini berfungsi untuk
mengangkut darah yang berisi sari makanan dan oksigen dari placenta ke bayi,
Dua saluran yang lainnya berfungsi untuk melakukan transportasi darah yang
berisi karbondioksida dan pembuangan dari bayi ke placenta. Jika kita mengikuti
perkembangan embrio, kita akan menemukan setelah empat minggu, proses
differensiasi mulai terjadi dimana sekelompok sel di dalam embrio mengubah
dirinya menjadi bentuk organ tertentu yang lebih besar.[4]
3.
Tahap Janin
Masa ini memiliki pertumbuhan yang sangat cepat. Embrio yang
berkembang menjadi janin sudah memiliki organ-organ internal (jantung,
paru-paru, usus besar dan sebagainya) dan eksternal (tangan, kaki, jari-jari
kepala) secara lengkap. Janin makin memanjang dan system organ tubuh berkembang
semakin kompleks. Hal ini akan terus berlangsung hingga organisme itu matang
dan siap untuk dilahirkan.
Periode Janin (akhir
bulan kedua perhitungan menurut bulan sampai lahir):
1. Terjadi perubahan pada bagian-bagian tubuh yang
telah terbentuk, baik dalam bentuk/rupa maupun perubahan aktual, dan terjadi
perubahan dalam fungsi. Tidak tampak bentuk-bentuk baru pada saat ini.
2. Pada akhir bulan ketiga, beberapa organ dalam cukup
berkembang sehingga dapat mulai berfungsi. Denyut jantung janin dapat diketahui
sekitar minggu kelima belas.
3. Pada akhir bulan kelima, berbagai organ dalam telah
menempati posisi hampir seperti posisi di dalam tubuh dewasa.
4. Sel-sel saraf, yang ada sejak minggu ketiga,
jumlahnya meningkat pesat selama bulan-bulan kedua, ketiga, dan keempat. Apakah
peningkatan pada saat ini akan terus berlangsung atau tidak, bergantung pada
kondisi di dalam tubuh ibu, seperti kekurangan gizi yang sebaliknya
mempengaruhi perkembangan sel saraf terutama dalam bulan-bulan terakhir periode
prenatal.
5. Biasanya gerak-gerak janin tampak pertama kali antara
minggu kedelapan belas dan dua puluh. Kemudian meningkat cepat sampai akhir
bulan kesembilan di mana gerakan mulai berkembang karena penuhnya pembungkus
janin dan tekanan pada otak janin pada saat janin mengambil posisi kepala di
bawah di daerah pinggul dalam persiapan untuk lahir. Gerak-gerak janin ini
berlainan macamnya, yaitu menggelinding dan menendang, gerak pendek atau cepat.
6. Pada akhir bulan ketujuh, janin sudah cukup
berkembang dan dapat hidup bila lahir sebelum waktunya.
7. Pada akhir bulan kedelapan, tubuh janin sudah
lengkap terbentuk, meskipun lebih kecil dibandingkan dengan bayi normal yang
cukup bulannya.[5]
C. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tahap Perkembangan Prenatal atau
Masa Konsepsi
Para ahli psikologi
perkembangan yang membahas mengenai perkembangan manusia selalu mengkaitkan
istilah nature dan nurture. Dimana setiap perkembangan manusia dipengaruhi oleh
interaksi dari kedua hal tersebut.
Konsep nature muncul
dipengaruhi oleh aliran filsafat barat yang dikemukakan oleh Jean Jacquess
Rousseau (dalam Stumpf, 1999). Ia menyatakan bahwa faktor-faktor alamiah
mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia. Istilah nature mengandung
pengertian faktor-faktor alamiah yang berhubungan dengan aspek bio-fisiologis
terutama keturunan, genetis dan herediter. Perkembangan manusia sangat
dipengaruhi oleh faktor keturunan. Sifat-sifat, maupun kepribadian yang
dimiliki oleh orang tua akan diturunkan melalui unsur gen kepada anak-anaknya.
Bukan hanya yang bersifat fisiologis seperti: berat badan, tinggi badan , warna
kulit, rambut, jenis penyakit, akan tetapi juga karakteritik psikologis yang
menyangkut tipe, kepribadian, kecerdasan, bakat, kreativitas, dan lain-lain.
Sedangkan konsep
nurture dipengaruhi oleh aliran filsafat empirisme yang dikemukakan oleh Jhon
Locke. Melalui teori tabula rasa, Locke mengatakan bahwa manusia dilahirkan
dalam keadaan suci, bagaikan kertas putih yang masih bersih, ia percaya bahwa baik dan buruknya
perkembangan hidup manusia tidak dilepaskan dari pengaruh lingkungannya.[6]
Konsep nurture merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan
lingkungan eksternal, seperti: pola asuh, pendidikan, sosial budaya, media
masa, status sosial ekonomi, agama, dan sebagainya. Seorang individu akan
berkembang menjadi orang dewasa yang baik, mandiri, cerdas, dan bertanggung
jawab, apabila ia berada dalam lingkungan hidup yang mendukung perkembangan tersebut.
Lingkungan hidup yang buruk akan menyebabkan individu berkembang menjadi
seorang pribadi yang tidak baik, bodoh, jahat, dan sebagainya.[7]
1.
Genetis
Pertumbuhan setiap individu sudah terprogam
sejak masa konsepsi yang dipengaruhi oleh faktor genetis. Perubahan panjang,
tinggi, berat badan bayi akan terjadi secara otomatis karena pengaruh genetika
(keturunan).
Faktor
keturunan lebih menekankan pada aspek biologis atau herediter yang dibawa
melalui aliran darah dalam kromosom. Faktor genetis cenderung bersifat statis
dan merupakan predisposisi untuk mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan
seseorang. Kalau sejak awal orang tua memiliki karakteristik fisiologis yang
sehat, maka akan menurunkan generasi yang sehat pula. Sebaiknya bila orang tua
tidak sehat, maka keturunanya pun akan mengalami gangguan atau penyimpangan
secara fisik atau psikis (Papalia, Old & Fieldman, 1998: 2004).
Para
ahli Psikologi perkembangan (Papalia dkk, 1998; Santrock, 1999; Helms &
Turner, 1995; Haris & Liebert, 1991) mengakui bahwa aspek fisik maupun
psikis seorang individu sangat dipengaruhi oleh unsur genetis, karakteristik
tersebut akan nampak pada hal-hal sebagai berikut :
1) Sifat- sifat Fisik
Sifat-sifat fisik yang dapat diturunkan secara genetis misalnya
wajah, tangan, kaki atau bagian-bagian organ tubuh lainnya. Hal ini dapat
terjadi pada anak tunggal maupun kembar. Bila orang tua memiliki suatu jenis
penyakit tertentu seperti: tekanan darah tinggi, penyakit jantung, epilepsi,
atau paru-paru, kemungkinan besar anak-anak yang dilahirkan pun mempunyai
resiko terserang penyakit yang sama.
2) Intelegensi
Kecerdasan yang dimilki orang tua akan dapat menurun pada
anak-anaknya. Meskipun anak-anak tersebut diasuh oleh orang tuanya sendiri
maupun oleh orang lain, sifat kecerdasan orang tua akan tetap menurun.
Pandangan ini dipengaruhi oleh pemikiran filsuf naturalis dari Perancis, J.J.
Rousseau yang mengatakan bahwa anak cerdas dihasilkan dari orang tua yang
cerdas (Stump, 2000).
3) Kepribadian
Kepribadian merupakan organisasi dinamis dari aspek fisiologis,
kognitif maupun afektif yang membantu pola perilaku individu dalam rangka
menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya (Hall, Lindsay & Campbell,
1998). Sebagai organisasi yang dinamis, maka kepribadian akan mempengaruhi
perubahan pola pemikiran, sikap, dan perilaku seseorang.
Selain dipengaruhi oleh faktor interaksi dengan lingkungan
hidupnya, kepribadian dipengaruhi pula oleh faktor genetis yang dibawa sejak
lahir. Dalam berbagai penelitian yang dilakukan oleh ahli psikologi
perkembangan ditemukan bahwa baik kepribadian yang normal ataupun abnormal,
pada dasarnya, diturunkan dari kedua orang tuanya.
Gen yang terdapat di dalam nukleus dari telur yang dibuahi pada
masa embrio mempunyai sifat tersendiri pada tiap individu. Manifestasi hasil
perbedaan antara gen ini dikenal sebagai hereditas. DNA yang membentuk gen
mempunyai peranan penting dalam transmisi sifat-sifat herediter. Timbulnya
kelainan familial, kelainan khusus tertentu, tipe tertentu dan dwarfism adalah
akibat transmisi gen yang abnormal. Haruslah diingat bahwa beberapa anak
bertubuh kecil karena konstitusi genetiknya dan bukan karena gangguan endokrin
atau gizi. Peranan genetik pada sifat perkembangan mental masih merupakan hal
yang diperdebatkan. Memang hereditas tidak dapat disangsikan lagi mempunyai
peranan yang besar tapi pengaruh lingkungan terhadap organisme tersebut tidak
dapat diabaikan. Pada saat sekarang para ahli psikologi anak berpendapat bahwa
hereditas lebih banyak mempengaruhi inteligensi dibandingkan dengan lingkungan[8].
D.
Pertumbuhan dan
Perkembangan Hasil Konsepsi
Pertumbuhan
dan perkembangan janin adalah suatu peristiwa yang luar biasa menakjubkan
berawal dari bersatunya sperma dan sel telur, dimulailah perjalanan kehidupan
dari suatu pribadi yang unik, tak ada duanya, nafas kehidupan langsung ditutup
oleh sang pencipta begitu mulai pembuahan terjadi.[9]
Minggu ke 1
Ini
adalah minggu permulaan, bahkan pembuahan pun belum terjadi. Proses pembentukan
antara sperma dan telur yang memberikan informasi kepada tubuh bahwa telah ada
calon bayi dalam rahim. Saat ini janin sudah memiliki segala bekal genetik,
sebuah kombinasi unik berupa 23 jenis kromosom manusia. Sel-sel telur yang
berada didalam rahim, berbentuk seperti lingkaran sinar yg mengelilingi
matahari. Sel ini akan bertemu dengan sel-sel sperma dan memulai proses
pembuahan sekitar 5 juta sel sperma sekaligus berenang menuju tujuan akhir
mereka yaitu menuju sel telur yang bersembunyi pada saluran sel telur. Walaupun
pasukan sel sperma ini sangat banyak, tetapi pada akhirnya hanya 1 sel saja
yang bisa menembus indung telur.
Minggu ke 2
Pembuahan terjadi pada akhir minggu kedua. Sel telur yang
telah dibuahi membelah dua, 30 jam setelah dibuahi. Sambil terus membelah, sel
telur bergerak di dalam lubang falopi menuju rahim. Setelah membelah menjadi
32, sel telur disebut morula. Sel-sel mulai berkembang dan terbagi kira-kira
dua kali sehari sehingga pada hari yang ke-12 jumlahnya telah bertambah dan
membantu blastocyst terpaut pada endometrium.
Minggu ke 3
Sampai
usia kehamilan 3 minggu, Anda mungkin belum sadar jika sedang mengandung. Sel
telur yang telah membelah menjadi ratusan akan menempel pada dinding rahim
disebut blastosit. Ukurannya sangat kecil, berdiameter 0,1-0,2mm.
Minggu
ke 4
Hasil
Pembuahan mulai memproduksi hormon kehamilan (Chorionic Gonadotropin - HCG),
sehingga apabila Anda melakukan test kehamilan, hasilnya positif.
Minggu
ke 5
Terbentuk 3 lapisan yaitu ectoderm, mesoderm dan
endoderm. Ectoderm adalah lapisan yang
paling atas yang akan membentuk system saraf pada janin tersebut yang
seterusnya membentuk otak, tulang belakang, kulit serta rambut. Lapisan
Mesoderm berada pada lapisan tengah yang akan membentuk organ jantung, buah
pinggang, tulang dan organ reproduktif. Lapisan Endoderm yaitu lapisan paling
dalam yang akan membentuk usus, hati, pankreas dan pundi kencing.
Minggu ke-6
Ukuran embrio rata-rata 2-4 mm yang diukur dari puncak
kepala hingga bokong. Tuba saraf sepanjang punggung bayi telah menutup. Meski
Anda belum bisa mendengar, jantung bayi mulai berdetak pada minggu ini. Sistem
pencernaan dan pernafasan mulai dibentuk, pucuk-pucuk kecil yang akan
berkembang menjadi lengan kaki pun mulai tampak.
Minggu ke 7
Akhir minggu ketujuh, panjangnya sekitar 5-13 mm dan
beratnya 0,8 gram, kira-kira sebesar biji kacang hijau. Pucuk lengan mulai
membelah menjadi bagian bahu dan tangan yang mungil. Jantung telah dibagi
menjadi bilik kanan dan bilik kiri, begitu pula dengan saluran udara yang
terdapat di dalam paru-paru.
Minggu
ke 8
Panjang kira-kira 14-20 mm. Banyak perubahan yang terjadi
pada bayi Anda. Jika Anda bisa melihat , ujung hidung dan kelopak mata mulai
berkembang, begitu pula telinga. Brochi, saluran yang menghubungkan paru-paru
dengan tenggorokan, mulai bercabang. Lengan semakin membesar dan ia memiliki
siku. Semua ini terjadi hanya dalam 6 minggu setelah pembuahan. bayi sudah
mulai terbentuk diantaranya pembentukan lubang hidung, bibir, mulut serta
lidah. Matanya juga sudah kelihatan berada dibawah membran kulit yang tipis.
Anggota tangan serta kaki juga terbentuk walaupun belum sempurna.
Minggu ke 9
Telinga bagian luar mulai terbentuk, kaki dan tangan
terus berkembang berikut jari kaki dan tangan mulai tampak. Ia mulai bergerak
walaupun Anda tak merasakannya. Dengan Doppler, Anda bisa mendengar detak
jantungnya. Minggu ini, panjangnya sekitar 22-30 mm dan beratnya sekitar 4
gram.
Minggu
ke-10
Semua organ penting yang telah terbentuk mulai
bekerjasama. Pertumbuhan otak meningkat dengan cepat, hampir 250.000 sel saraf
baru diproduksi setiap menit. Ia mulai tampak seperti manusia kecil dengan
panjang 32-43 mm dan berat 7 gram.
Minggu ke 11
Panjang tubuhnya mencapai sekitar 6,5 cm. Baik rambut,
kuku jari tangan dan kakinya mulai tumbuh. Sesekali di usia ini janin sudah
menguap. Gerakan demi gerakan kaki dan tangan, termasuk gerakan menggeliat,
meluruskan tubuh dan menundukkan kepala, sudah bisa dirasakan ibu. Bahkan,
janin kini sudah bisa mengubah posisinya dengan berputar,
memanjang,bergelung,atau malah jumpalitan yang kerap terasa menyakitkan sekaligusmemberi
sensai kebahagian tersendiri.
Minggu ke 12
Panjang fetus 6-7 cm (crown rump length), dengan berat
sekitar 14 gram -Pusat pertumbuhan tulang mulai timbul pada seluruh tulang
janin. Jari-jari dan kaki mulai terbentuk -Kulit dan kuku mulai terbentuk.
Janin mulai bergerak spontan. Bentuk wajah bayi lengkap, ada dagu dan hidung
kecil. Jari-jari tangan dan kaki yang mungil terpisah penuh. Akibat
meningkatnya volume darah ibu, detak jantung janin bisa jadi meningkat. Mulai
proses penyempurnaan seluruh organ tubuh. Bayi membesar beberapa millimeter
setiap hari. Jari kaki dan tangan mulai terbentuk termasuk telinga dan kelopak
mata.
Minggu ke 13
Pada akhir trimester pertama, plasenta berkembang untuk
menyediakan oksigen , nutrisi dan pembuangan sampah bayi. Kelopak mata bayi
merapat untuk melindungi mata yang sedang berkembang. Janin mencapai panjang 76
mm dan beratnya 19 gram. Kepala bayi membesar dengan lebih cepat daripada yang
lain. Badannya juga semakin membesar untuk mengejar pembesarankepala.
Minggu ke 14
Tiga bulan setelah pembuahan, panjangnya 80-110 mm dan
beratnya 25 gram. Lehernya semakin panjang dan kuat. Lanugo, rambut halus yang
tumbuh di seluruh tubuh dan melindungi kulit mulai tumbuh pada minggu ini.
Kelenjar prostat bayi laki-laki berkembang dan ovarium turun dari rongga perut
menuju panggul. Detak jantung bayi mulai menguat tetapi kulit bayi belum tebal
karena belum ada lapisan lemak.
Minggu
ke 15
Tulang dan sumsum tulang di dalam sistem kerangka terus
berkembang. Jika bayi Anda perempuan, ovarium mulai menghasilkan jutaan sel
telur pada minggu ini. Kulit bayi masih sangat tipis sehingga pembuluh darahnya
kelihatan. Bayi sudah mampu menggenggam tangannya dan mengisap ibu jari.
Kelopak matanya masih tertutup.
Minggu ke 16
Panjang fetus ± 12 cm dengan berat 110 g Bayi telah
terbentuk sepenuhnya dan membutuhkan nutrisi melalui plasenta. Bayi telah
mempunyai tulang yang kuat dan mulai bisa mendengar suara. Dalam proses
pembentukan ini system peredaran darah adalah yang pertama terbentuk dan
berfungsi. Janin mulai bergerak ! Tetapi tak perlu kuatir jika Anda tak
merasakannya. Semakin banyak kalsium yang disimpan dalam tulang bayi seiring
dengan perkembangan kerangka.
Minggu
ke 17
Dengan panjang 12 cm dan berat 100 gram, bayi masih
sangat kecil. Lapisan lemak cokelat mulai berkembang, untuk menjada suhu tubuh
bayi setelah lahir. Tahukah Anda ? Saat dilahirkan, berat lemak mencapai tiga
perempat dari total berat badannya. Rambut, kening, bulu mata bayi mulai tumbuh
dan garis kulit pada ujung jari mulai terbentuk. Sidik jari sudah mulai terbentuk .
Minggu ke 18
Mulailah bersenandung sebab janin sudah bisa mendengar
pada minggu ini. Ia pun bisa terkejut bila mendengar suara keras. Mata bayi pun
berkembang. Ia akan mengetahui adanya cahaya jika Anda menempelkan senter yang
menyala di perut. Panjangnya sudah 14 cm dan beratnya 140 gram. Bayi sudah bisa
melihat cahaya yang masuk melalui dinding rahim ibu. Hormon Estrogen dan
Progesteron semakin meningkat.
Minggu
ke 19
Tubuh bayi diselimuti vernix caseosa, semacam lapisan
lilin yang melindungi kulit dari luka. Otak bayi telah mencapai jutaan saraf
motorik karenanya ia mampu membuat gerakan sadar seperti menghisap jempol.
Beratnya 226 gram dengan panjang hampir 16 cm.
Minggu ke 20
Berat janin mencapai sekitar 300 g panjangnya 14-16 cm
dan tumbuh secara linier - kulit janin sedikit transparan - rambut kepala mulai
terbentuk Setengah perjalanan telah dilalui. . Dibawah lapisan vernix, kulit
bayi mulai membuat lapisan dermis, epidermis dan subcutaneous. Proses
penyempurnaan paru-paru dan system pernafasan.
Minggu ke 21
Usus bayi telah cukup berkembang sehingga ia sudah mampu
menyerap atau menelan gula dari cairan lalu dilanjutkan melalui sistem
pencernaan manuju usus besar. Gerakan bayi semakin pelan karena beratnya sudah
340 gram dan panjangnya 20 cm.
Minggu ke 22
Indera yang akan digunakan bayi untuk belajar berkembang
setiap hari. Setiap minggu, wajahnya semakin mirip seperti saat dilahirkan.
Perbandingan kepala dan tubuh semakin proporsional.
Minggu ke 23
Meski lemak semakin bertumpuk di dalam tubuh bayi,
kulitnya masih kendur sehingga tampak keriput. Ini karena produksi sel kulit
lebih banyak dibandingkan lemak. Ia memiliki kebiasaaan
"berolahraga", menggerakkan otot jari-jari tangan dan kaki, lengan
dan kaki secara teratur. Beratnya hampir 450 gram Tangan dan kaki bayi telah
terbentuk dengan sempurna,jarijugaterbentuksempurna.
Minggu ke 24
Berat janin mencapai sekitar 630 g - Kulit terlihat mulai
keriput dan ada deposit lemak - Kepala masih terlihat besar, bulu mata dan alis
mulai tampak - Periode perkembangan paru, bronchus dan brochiolus melebar dan
duktus alveolus mulai terbentuk mendekati sempurna - Janin yang lahir pada
minggu ini akan dapat bernafas tetapi kemudian mati karena kantong terminal
untuk pertukaran gas belum terbentuk. Paru-paru mulai mengambil oksigen meski
bayi masih menerima oksigen dari plasenta. Untuk persiapan hidup di luar rahim,
paru-paru bayi mulai menghasilkan surfaktan yang menjaga kantung udara tetap
mengembang Kulit bayi mulai menebal.
Minggu
ke 25
Bayi cegukan, apakah Anda merasakannya? Ini tandanya ia
sedang latihan bernafas. Ia menghirup dan mengeluarkan air ketuban. Jika air
ketuban yang tertelan terlalu banyak, ia akan cegukan. Tulang bayi semakin
mengeras dan bayi menjadi bayi yang semakin kuat. Saluran darah di paru-paru
bayi sudah semakin berkembang.
Garis disekitar mulut bayi sudah mulai membentuk dan
fungsi menelan sudah semakin membaik. Indera penciuman bayi sudah semakin
membaik karena di minggu ini bagian hidung bayi (nostrils) sudah mulai
berfungsi. Berat bayi sudah mencapai 650-670 gram dengan tinggi badan 34-37 cm.
Minggu ke 26
Bayi sudah bisa mengedipkan matanya selain itu retina
matanya telah mulai terbentuk. Aktifitas otaknya yang berkaitan dengan
pendengarannya dan pengelihatannya sudah berfungsi, bunda dapat memulai
memperdengarkan lagu yang ringan dan mencoba untuk memberi cahaya lebih
disekitar perut, mungkin bunda akan merasakan anggukan kepala si kecil. Berat
badan bayi sudah mencapai 750-780gram, sedangkan tingginya 35-38 cm.
Minggu ke 27
Minggu pertama trimester ketiga, paru-paru, hati dan
sistem kekebalan tubuh masih harus dimatangkan. Namun jika ia dilahirkan,
memiliki peluang 85% untuk bertahan. Indra perasa mulai terbentuk. Bayi juga
sudah pandai mengisap ibu jari dan menelan air ketuban yang mengelilinginya.
Berat umum bayi seusia si kecil 870-890 gram dengan tinggi badan 36-38 cm.
Minggu
ke 28
Panjang janin 25 cm dengan berat 1100 g. Kulit tipis,
merah diliputi oleh vernix kaseosa. Otak bayi semakin berkembang dan meluas.
Lapisan lemak pun semakin berkembang dan rambutnya terus tumbuh Lemak dalam
badan mulai bertambah. Walaupun gerakan bayi sudah mulai terbatas karena
beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila
melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah.
Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil
kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup.
Minggu ke 29
Kelenjar adrenalin bayi mulai menghasilkan hormon seperti
androgen dan estrogen. Hormon ini akan menyetimulasi hormon prolaktin di dalam
tubuh ibu sehingga membuat kolostrum (air susu yang pertama kali keluar saat
menyusui). Sensitifitas dari bayi semakin jelas, bayi sudah bisa
mengidentifikasi perubahan suara, cahaya, rasa dan bau.
Selain itu otak bayi sudah bisa mengendalikan nafas dan
mengatur suhu badan dari bayi. Postur dari bayi sudah semakin sempurna sebagai
seorang manusia, berat badannya 1100-1200 gram, dengan tinggi badan 37-39 cm.
Minggu ke 30
Lemak dan berat badan bayi terus bertambah sehingga bobot
bayi sekarang sekitar 1400 gram dan panjangnya 27 cm. Karena ia semakin besar,
gerakannya semakin terasa Mata indah bayi sudah mulai bergerak dari satu sisi
ke sisi yang lain dan dia sudah mulai belajar untuk membuka dan menutup matanya.
Saat ini waktu yang terbaik bagi bunda untuk menyenteri perut dan
menggerak-gerakan senter tersebut maka mata bayi sudah bisa mengikuti ke arah
mana senter tersebut bersinar.cairan ketuban (amniotic fluid) di rahim bunda
semakin berkurang. Kini si kecil pun sudah mulai memproduksi air mata. Berat
badan bayi 1510-1550 gram, dengan tinggi 39-40 cm.
Minggu ke 31
Plasenta masih memberikan nutrisi yang dibutuhkan bayi.
Aliran darah di plasenta memungkinkan bayi menghasilkan air seni. Ia berkemih
hampir sebanyak 500 ml sehari di dalam air ketuban Perkembangan fisik bayi
sudah mulai melambat pada fase ini, hanya berat badan bayilah yang akan
bertambah. Selain itu lapisan lemak akan semakin bertambah dibawah jaringan
kulitnya. Tulang pada tubuh bayi sudah mulai mengeras, berkembang dan mulai
memadat dengan zat-zat penting seperti kalsium, zat besi, fosfor. Berkebalikan
dengan perkembangan fisiknya, pada fase ini perkembangan otaknyalah yang
berkembang dengan sangat pesat dengan menghasilkan bermilyar sel. Apabila
diperdengarkan musik, bayi akan bergerak. Berat badan bayi 1550-1560 gram
dengan tinggi 41-43 cm.
Minggu
ke 32
Panjang fetus 28 cm, berat 1800 g - Permukaan kulit
kemerahan dan keriput Jari tangan dan kaki telah tumbuh sempurna, begitu pula
dengan bulu mata, alis dan rambut di kepala bayi yang semakin jelas. Lanugo
yang menutupi tubuh bayi mulai rontok tetapi sebagian masih ada di bahu dan
punggung saat dilahirkan. kemampuan untuk bertahan hidup di luar rahim sudah
lebih baik apabila di dilahirkan pada minggu ini.
Kulit bayi semakin
merah, kelopak matanya juga telah terbuka dan system pendengaran telah
terbentuk dengan sempurna. Kuku dari jari mungil tangan dan kaki si kecil sudah
lengkap dan sempurna. Rambutnya pun semakin banyak dan semakin panjang. Bayi
sudah mulai bisa bermimpi.
Minggu ke 33
Bayi telah memiliki bentuk wajah yang menyerupai ayah dan
ibunya. Otak bayi semakin pesat berkembang. Pada saat ini juga otak bayi sudah
mulai bisa berkoordinasi antara lain, bayi sudah menghisap jempolnya dan sudah
bisa menelan. Walaupun tulang-tulang bayi sudah semakin mengeras tetapi
otot-otot bayi belum benar-benar bersatu. Bayi sudah bisa mengambil nafas
dalam-dalam walaupun nafasnya masih di dalam air. Apabila bayinya laki-laki
maka testis bayi sudah mulai turun dari perut menuju skrotum. Berat badan bayi
1800-1900 gram, dengan tinggi badan sekitar 43-45 cm.
Minggu ke 34
Bayi berada di pintu rahim. Bayi sudah dapat membuka dan
menutup mata apabila mengantuk dan tidur, bayi juga sudah mulai mengedipkan
matanya. Tubuh bunda sedang mengirimkan antibodi melalui darah bunda ke dalam
darah bayi yang berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuhnya dan proses ini akan
tetap terus berlangsung bahkan lebih rinci pada saat bunda mulai menyusui.
Berat Badan bayi 2000-2010 gram, dengan tinggi badan sekitar 45-46 cm.
Minggu ke 35
Pendengaran bayi sudah berfungsi secara sempurna. Lemak
dari tubuh bayi sudah mulai memadat pada bagian kaki dan tangannya, lapisan
lemak ini berfungsi untuk memberikan kehangatan pada tubuhnya. Bayi sudah
semakin membesar dan sudah mulai memenuhi rahim bunda. Apabila bayi bunda
laki-laki maka di bulan ini testisnya telah sempurna. Berat badan bayi
2300-2350 gram, dengan tinggi badan sekitar 45-47 cm.
Minggu
ke 36
Panjang janin
sekitar 32 cm, berat 2500 g - Tubuh kelihatan lebih gemuk karena penumpukan
lemak sub kutan, kulit keriput pada wajah telah menghilang Kulit bayi sudah
semakin halus dan sudah menjadi kulit bayi.
Lapisan lemak
sudah mulai mengisi bagian lengan dan betis dari bayi. Ginjal dari bayi sudah
bekerja dengan baik dan livernya pun telah memproduksi kotoran. Saat ini
paru-paru bayi sudah bekerja baik bahkan sudah siap bertemu dengan ayah dan ibu
dari sang bayi.
Minggu ke 37
Kepala bayi turun ke ruang pelvik. Bentuk bayi semakin
membulat dan kulitnya menjadi merah jambu. Rambutnya tumbuh dengan lebat dan
bertambah 5cm. Kuku terbentuk dengan sempurna. Bayi sudah bisa melihat adanya
cahaya diluar rahim. Bayi pada saat ini sedang belajar untuk mengenal aktifitas
harian, selain itu bayi juga sedang belajar untuk melakukan pernafasan walaupun
pernafasannya masih dilakukan di dalam air. Berat badan bayi di minggu ini
2700-2800 gram, dengan tinggi 48-49 cm.
Minggu ke-38
hingga minggu ke-40
Proses
pembentukan telah berakhir dan bayi siap dilahirkan.[10]
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Masa prenatal merupakan proses pertumbuhan dan perkembangan
awal dalam kehidupan manusia. Proses pertumbuhan dan perkembangannya dimulai
sejak terjadinya konsepsi, yakni pertemuan antara sperma dan sel telur (ovum)
yang akan menghasilkan benih manusia (zygote) yang kemudian berkembang
menjadi organism atau janin (embrio) sebagai calon manusia yang dikenal
sebagai fetus (bayi dalam kandungan). Pada umumnya, masa prenatal berlangsung
sekitar sembilan bulan atau 266 hari dan berakhir pada saat bayi dilahirkan.
Variasi individual memang sering terjadi, ada yang lahir lebih awal (premature)
dari waktu tersebut dan ada pula yang lebih lambat (late mature),
tergantung pada kondisinya masing-masing.
Ada tiga faktor dominan yang mempengaruhi proses perkembangan
pada masa prenatal, yaitu faktor pembawaan (heredity) yang merupakan
kondisi yang memungkinkan berlangsungnya proses perkembangan, dan faktor waktu
(time) yang merupakan saat-saat tibanya masa peka atau kematangan (maturation).
Masa prenatal merupakan masa yang harus mendapat perhatian
serius, karena apapun yang terjadi pada masa ini, baik positif maupun negative,
akan berpengaruh pada tahap-tahap perkembangan selanjutnya. Setiap kondisi yang
tidak baik akan membawa dampak buruk bagi pertumbuhan dan perkembangannya di
kemudian hari. Oleh sebab itu, berbagai cara dan upaya dilakukan oleh para ahli
psikologi perkembangan dan para ahli medis agar proses pertumbuhan dan
perkembangan masa kehamilan berjalan dengan baik dan lancar. Namun, upaya ini
tidak akan maksimal tanpa adanya kerjasama dari calon ayah dan calon ibu.
B. Saran
Kami menyadari bahwa dalam penulisan
makalah ini masih banyak memiliki kelemahan. Maka dari itu kami sebagai penulis
makalah ini senantiasa membuka dan menerima saran atau kritiknya, agar dapat
lebih baik dalam penulisan makalah di masa yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2012. Embriologi. Medan :
Universitas Sumatera Utara.
Dewi,
Viviana Nanny Lia.2011.Asuhan Kehamilan
untuk Kebidan.Jakarta:Salemba Medika.
Manuba,
Ida Ayu Chandranita.2009.Memahami
Kesehatan Reproduksi Wanita.Ed2.Jakarta:EGC.
Pantikawati,Ika.2012.Asuhan Kebidanan 1 (Kehamilan).Yogyakarta:
Nuha Medika.
Yudiarti, Turrini, dkk. 2004. Buku Ajar
Biologi. Semarang : Universitas Diponegoro.
[1] Turrini Yudiarti,
dkk., Buku Ajar Biologi (Semarang :
Universitas Diponegoro,2004), hlm.21.
[2] Anonim, Embriologi (.Medan : Universitas Sumatera Utara, 2012), hlm.54-59.
[3] Ibid, hlm.60.
[4] Ibid, hlm.62-63.
[5]
Ibid,
hlm.65-70.
[6]
Ida Ayu Chandranita
Manuba, Memahami Kesehatan Reproduksi
Wanita.Ed2(Jakarta:EGC, 2009), hlm.34-35.
[7]
Ibid, hlm.37.
[8] Anonim, Op.Cit,
hlm.80-81.
[10]
Dewi Viviana Nanny Lia, Asuhan
Kehamilan untuk Kebidan. I (Jakarta:Salemba Medika, 2011),hlm.24-91.
Assalamualaikum, mau nanya nih bagaimana sih yang dikatakan kehamilan di luar rahim?
BalasHapus